ragilliartworks:

Wedding Invitation - Arias & Elza
Butuh penyegaran kepala setelah ngekonsep buku kenangan anak Indonesian Creative School Kelas 6 nya, jadi, gak ada salahnya untuk membuat dummy undangan nikahnya Arias, yang udah nikah Januari yang lalu. Heheh, soalnya gak dkirimin undangan hasil percetakannya sik (nikahnya aja di Jambi).
Undangan nikahnya sendiri full ilustrasi, soalnya request si calon mantennya sik. Dan, mereka pengen desainnya itu menceritakan kisah perjalanan hubungan mereka selama lebih dari 5 tahun. Dan hebatnya lagi, mereka ini LDR loh.
XD
Dan, bagi yang mau undangan yang asyik, unik, dan full ilustrasi (hehe, sesuai permintaan) boleeh yuuukk, PM ajaaaa XD
Atau email ajja ke
ragillia.rachmayuni@gmail.com / WA 0823 8378 2272

ragilliartworks:

Wedding Invitation - Arias & Elza

Butuh penyegaran kepala setelah ngekonsep buku kenangan anak Indonesian Creative School Kelas 6 nya, jadi, gak ada salahnya untuk membuat dummy undangan nikahnya Arias, yang udah nikah Januari yang lalu. Heheh, soalnya gak dkirimin undangan hasil percetakannya sik (nikahnya aja di Jambi).

Undangan nikahnya sendiri full ilustrasi, soalnya request si calon mantennya sik. Dan, mereka pengen desainnya itu menceritakan kisah perjalanan hubungan mereka selama lebih dari 5 tahun. Dan hebatnya lagi, mereka ini LDR loh.

XD

Dan, bagi yang mau undangan yang asyik, unik, dan full ilustrasi (hehe, sesuai permintaan) boleeh yuuukk, PM ajaaaa XD

Atau email ajja ke

ragillia.rachmayuni@gmail.com / WA 0823 8378 2272

Soooo cute .. :’)

"Terkadang lebih mudah bagi manusia untuk tidak tau apa-apa daripada mengetahuinya, dan terkadang lebih baik bersikap seolah-olah tidak tau, meskipun kau mengetahuinya."

— (via vanillatecream)

(via mauliaa)

Makasih banyak Team Lendabook doanya untuk Emir, semoga doa tanteu-tanteu dan om semua diijabah Allah Swt, Aamiin … :’)

quotespaper:

Oprah wisdom

quotespaper:

Oprah wisdom

(via widialestari)

alwanizolkifli:

Remember this :)

absolutely!!

alwanizolkifli:

Remember this :)

absolutely!!

(via lifesunshinelove)

erstudio:

Closer. with Anissa – View on Path.

erstudio:

Closer. with Anissa – View on Path.

Take care our family .. :)

Take care our family .. :)

(Source: kuntawiaji)

A list to do by a Mommy

Menjadi seorang ibu selama dua minggu ini, baanyak yang masih harus dipelajari. Meskipun sudah banyak-banyak baca berbagai literatur tentang mengurus baby baru lahir dengan segala tektek bengeknya, tapi practice is harder than theory.. hehe .. Meskipun lebih sulit, but it’s fun, apalagi kalau kita udah capek-capek dedeknya senyum, capek yang tadi langsung menguap. :D

Sekarang, sedikit-sedikit sudah mulai bisa beradaptasi dengan rutinitas baru. Ya, baru sedikit. Karena terkadang, setelah kita tau kebiasaan baby yang ini muncul lagi tanda-tanda kebiasaan baru. Inilah yang membuat seorang ibu harus extra sabar dan extra tenaga dalam mengurus baby. Dukungan suami dan keluarga sangat berperan dalam memotivasi ibu agar dapat melewati masa transisi ini. Selain itu, seorang ibu pun sebaiknya mengetahui apa yang harus dia lakukan agar kondisi badannya lebih cepat pulih dan dapat kembali beraktivitas. Dan ini beberapa pengalaman saya :

  • Sepulangnya dari tempat bersalin, pastikan sudah ada yang menyiapkan kamar yang bersih dan rapih agar ibu dan bayi bisa langsung beristirahat. Bayi dan ibu berada di satu ruangan, agar memudahkan ibu yang belum bisa banyak bermobilisasi.
  • Pasca melahirkan, ibu harus banyak beristirahat, sehingga membutuhkan banyak bantuan untuk mengurus keperluan dasar, terlebih di minggu pertama. Makanan, kebersihan rumah, cuci-mencuci harus sudah ada yang menangani. 
  • Gunakan pakaian yang nyaman untuk menyusui dan berbahan dingin. Karena di minggu pertama, rasanya akan sangat gerah dan sebaiknya ibu tidak memakai kipas atau ac.
  • Selalu siapkan air panas di termos dan air dingin, untuk membersihkan bak dan bab bayi, jangan terlalu sering menggunakan tissue basah untuk menghindari lecet dan bahan kimia. 
  • Ibu ikut beristirahat saat bayi beristirahat, karena pada siang dan malam hari tidur ibu akan terganggu, maka ikutilah pola bayi. Pada hari-hari pertama pola tidur bayi belum terbentuk, kalo dedek Emir baru punya pola tidur setelah 3 hari ketika ASI sudah lancar. Bangunnya hampir setiap jam, lalu lama-lama 2 jam sekali sampai sekarang. 
  • Bayi cegukan dan gumoh. Bayi cegukan karena beberapa kondisi, cara mengatasinya saya olesi dada dan perutnya dengan minyak telon, dibalut dengan kain lalu dibungkus selimut dan dipeluk. Kalau bayi gumoh, mungkin dia kekenyangan atau posisi menyusui tidak benar, angkat bayi ke bahu agar susu dapat mengalir ke lambung. 
  • Menjaga asupan makanan. Ini sangat penting karena berpengaruh pada bayi yang sumber makanannya dari ibu, terutama bagi bayi ASI. Selain untuk ASI, makanan menunjang pemulihan kondisi badan ibu. Makanlah banyak serat sampai ibu mendapatkan BAB pertama dan hindari daging-dagingan terlebih dahulu untuk menghindari bab keras karena jika BAB sampai keras akan menyulitkan ibu yang masih sulit untuk mengeden (menurut ortu-ortu), tapi menurut medis, makanlah semua makanan kecuali pedas dan asam. Dalam pemilihan makanan semuanya dikembalikan pada ibu. Kalau saya, di minggu pertama memang anti daging karena alasan tadi, tapi setelah BAB pertama, saya makan daging ayam kampung dan daging sapi agar kebutuhan protein tetap terpenuhi. 
  • Yang paling penting yang harus seorang ibu lakukan adalah jangan panik. Seorang ibu tentu ingin selalu memastikan anaknya baik-baik saja, tidak jarang sedikit tangisan membuat ibu panik dan bertanya-tanya ada apa dengan sang anak. Tangisan adalah bahasa bayi, maka pahamilah. BIasanya bayi menangis karena 1) popok basah 2) lapar 3) kesakitan. Maka jika bayi menangis, periksa popoknya jika basah segera ganti karena bayi tidak nyaman, jika setelah itu masih menangis lihat apakah mulutnya bereaksi ketika didekatkan oleh jari, mungkin dia lapar, maka berikan susu, jika tidak bereaksi periksalah apakah ada binatang yang menggigitnya atau tangannya terjepit sehingga dia kesakitan. 
  • Berbicara pada suami dan keluarga. Bila seorang ibu sudah bisa menguasai kepanikannya, kepanikan lain timbul dari suami dan keluarga. “Itu kenapa adek nangis?” “Ih itu lapar deh kayanya adeknya” komentar-komentar seperti itu bisa membuat seorang ibu kembali panik atau kesal. Loh kan bahasanya adek itu nangis jadi kalo ditanya kenapa nangis terus kan harus jawab apa, jadi komunikasikan dengan suami dan keluarga agar ibu tetap tenang dan dapat mengatasi tangisan bayi. Biasanya suami sudah bisa mengerti dan tidak sulit diajak berkomunikasi, tetapi keluarga lain biasanya lebih sulit, maka bersabarlah dan terus berkomunikasi. 
  • Tetap miliki me time dan ‘husband time’..hehe Mengurus baby memanglah menjadi prioritas utama, tapi usahakan tetap punya waktu untuk melakukan kegiatan menyenangkan untuk kebutuhan ibu dan kegiatan bersama suami, semisal membaca buku, luluran, membuka sosmed, mengobrol dengan suami, menonton tv dan lain-lain, agar ibu tidak merasa bosan dan tidak mengalami baby blues.

Sekian tentang a list to do by mommy-nya.

Tasikmalaya, 7 April 2014

Ditulis di sela-sela waktu dedek Emir bobok.. :)

Welcome to the world, our lovely Emir!

Benarkah setiap calon ibu ingin melahirkan anaknya secara normal? Kalau saya, Iya! Tapi lewat 11 hari dari HPL membuat dag dig dug ngga karuan, harap-harap cemas untuk bisa lahiran normal. 

Hopeless karena lewat HPL, jalan-jalan pagi jadi males, senam hamil apalagi, rasanya ingin tiduran, ngga ngapa-ngapain, ditambah kabar kalau bidan depan rumah akan pindah kerja dalam waktu dekat. Rasanya campur aduk. Tapi beruntung, suami selalu mendukung dan memberi motivasi agar terus bersabar dan ikhtiar agar bisa tetap lahiran normal.

Senin, 24 Maret 2014

Semalaman ngga bisa tidur, rasanya kontraksi palsu terus datang. Ngga mau berharap lebih kalau itu tanda lahiran, karena sudah seminggu rasanya kontraksi palsu terus yang datang. Sekitar pukul 2 pagi, masih terjaga, ditemenin suami yang mau nonton bola. Kontraksi terus datang, lama-lama berharap kalo itu benar-benar kontraksi tanda lahir, tapi terbantahkan karena dicek belum juga ada flek. Sedangkan menurut bidan, tanda ‘nyata’ adanya pembukaan adalah keluarnya flek. Terus membaca surat al-insyirah seperti yang disarankan mama dan nenek sambil jalan-jalan di kamar. Sampai akhirnya ketiduran sekitar jam 3. 

Jam setengah 5, dibangunkan suami yang baru selesai shalat subuh. Kontraksi sudah hilang sama sekali, tapi entah kenapa rasanya ingin jalan-jalan. Jam setengah 6, keluarlah bersama suami keliling komplek, berniat menenangkan diri karena tak kunjung lahiran. Kira-kira satu jam kembali ke rumah, langsung ke kamar mandi karena pas jalan-jalan rasanya mulas ngga karuan dan seperti dapat haid hari pertama. Dan alhamdulillah, Allah mengambulkan harapan segera datangnya flek. 

Hamil pertama, cucu pertama, dan cicit (buyut) pertama pula, ramelah dirumah, karena bidan depan rumah sudah pindah 3 hari yang lalu. Akhirnya diputuskan untuk pergi ke rumah bersalin PONED sesuai anjuran bidan. Sesampainya disana langsung di cek dalam, ternyata baru pembukaan satu. Setelah berdiskusi akhirnya diputuskan untuk menunggu di sana meskipun baru pembukaan satu, karena jarak yang lumayan jika harus kembali ke rumah dulu dan berharap akan lahiran di hari itu juga. Hanya ditemani suami siang itu, yang lain pulang ke rumah untuk beraktifitas dan sorenya baru kembali. Tapi sampai sore tiba, baru pembukaan dua. Akhirnya menginaplah disana.

25 Maret 2014

Pukul setengah tujuh pagi, 24 jam sudah dari pembukaan 1. Tadi malam, setiap 4 jam sekali di cek dalam, dan pembukaan berjalan lambat. Hanya tambah 2 pembukaan sampai tiba pagi. Semuanya menunggu, telfon terus berdering, dari sana sini telfon bertanya kabar, suami tidak berhenti menenangkan.

Pukul 11 pemeriksaan kembali dilakukan, tapi pembukaan tidak bertambah, yang membuat semuanya tenang adalah ketubah tidak pecah ataupun rembes. Setelah pemeriksaan tiba-tiba kontraksi terus menjadi, seharusnya pemeriksaan dilakukan pukul 3. Tidak tahan rasanya ingin mengejan, tapi semuanya melarang. Ya, kemarin pun sempet baca-baca memang tidak boleh mengejan sampai pembukaan lengkap. Ingin rasanya pemeriksaan dipecepat, siapa tau sudah lengkap. Sekitar pukul 12 kebetulan suami ingin meminta untuk dinyalakan air sanyo di kamar inap karena mati, tapi bidan yang berjaga salah mengartikan dengan lansung menghampiri dan memeriksa disangka terjadi sesuatu. Dan ternyata .. Alhamdulillah sudah hampir lengkap pembukaannya. 

Akhirnya saya dipindahkan keruang bersalin. Menenangkan diri, bahwa semuanya akan baik-baik saja. Semuanya seperti berjalan lambat, antara sakit dan ingin segera bertemu dengan baby. Menunggu pembukaan lengkap yang sedikit lagi rasanya itu ngilu sekali. Tapi semuanya terobati ketika pukul 14.10 akhirnya seorang baby dengan berat 3 kg dan panjang 50 cm, yang sudah lama dikandung itu lahir secara normal dan menangis dengan keras. Bahagia rasanya. 

Untuk memulihkan tenaga dan menjaga agar tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan kami kembali menginap satu malam dan pulang besoknya membawa pula seorang bayi laki-laki.

Welcome to the world Emir Muhammad Maven, semoga bisa menjadi waladan shalihan dan bermanfaat, aamiin. :)

"And now I finally understand
Your famous line
About the day I’d face in time
‘Cause now I’ve got a child of mine
And even though I was so bad
I’ve learned so much from you
Now I’m trying to do it too
Love my kid the way you do"

— Lirik Number One for Me - Maher Zain

1000meaninglesswrds:

infiniteknight:

telesekreterekonusamayanlardann:

Amiin

One day.

Brb while I cry.

We miss you, daddy .. 

(Source: may-oo, via lienfattimah)

Baby Budget

Seorang teman yang lagi hamil muda tanya biaya-biaya yang mungkin keluar semasa dedek dalam kandungan sampe lahirannya nanti. Entah karena kita anak manajemen keuangan atau semua calon orangtua juga gitu, tapi memang penting hukumnya merencanakan keuangan buat menyambut kedatangan baby biar ngga kalang kabut .. Tapi percayalah, insyaAllah setiap anak ada rezekinya. Catet dulu aja pengeluarannya.. kalo pendapatannya belum ada, pada waktunya pasti ada.. :D

Ini beberapa pos pengeluaran yang muncul menurut pengalaman saya :

  1. Monthly Check. Setiap bulan calon orangtua biasanya memeriksakan kandungannya ke bidan atau dokter kandungan untuk mengetahui perkembangan janin. Kita tinggal pilih mana yang paling kita percaya dan nyaman untuk konsultasi. Biaya periksa ke bidan sudah barang tentu lebih murah dibandingkan ke dokter kandungan, tetapi konsul ke dokter kandungan pun perlu, setidaknya dua kali, di usia 4 bulan dan 7 bulan untuk usg. Di usia 4 bulan untuk benar-benar mengetahui umur janin dan di usia 7 bulan untuk ngintip jenis kelamin baby, selebihnya diperiksakan ke bidan tidak masalah selama tidak ada masalah khusus dalam kehamilan. 
  2. Syukuran 4 bulanan. Ini bukanlah hal yang wajib, tetapi di masa usia 4 bulan janin ditiupkan rohnya bahagia rasanya jika orangtua bisa melakukan syukuran dan meminta doa dari kerabat dan tetangga dekat. Jika calon mommy dan daddy ingin melakukan hal yang serupa, jangan lupa membuat anggaran yang diinginkan, berapa tamu yang akan diundang, kerabat dekat, dan apa saja yang akan menjadi ‘susuguh’ di acara tersebut. 
  3. Baby Stuff. Biasanya calon orangtua baru akan excited menyambut kedatangan buah hatinya, sehingga kalap dalam membeli perlengkapan bayi. Yang perlu kelupaan dan yang belum penting terlanjut terbayar, Maka jika budget tidak sebesar yang diinginkan, buatlah list kebutuhan baby selama satu bulan pertama. Diantaranya : 1) popok bayi 3 lusin, jika tidak berniat menggunakan popok siap pakai. 2) pernel 2 lusin, untuk keperluan bedong, alas tidur, dll. 3) selimut bayi 4) bantal guling bayi 5) baju bayi 0-1 bulan 1 lusin, tidak perlu membeli jaket, celana, baju lebih dr umur 1 bulan 6) handuk 2, 7) peralatan mandi 1 set, 8) topi 2, 9) sarung tangan dan kaki 3 pasang, 10) gurita bayi setengah lusin 11) alas ngompol bayi plastik 2, 12) gendongan bayi 1. 13) bak mandi plastik 1. 14) kelambu 1.
  4. Mommy Stuff, karena terlalu fokus dengan kebutuhan bayi, bukan tidak mungkin kebutuhan ibu bayi terlupakan. Beberapa kebutuhan ibu pasca melahirkan adalah : 1) gurita ibu 4, 2) bra menyusui 6, 3) baju tidur bukaan depan, sebanyak-banyaknya :D 4) maternity pad, alias pembalut nifas 50 pcs. 5) cairan antiseptik disinfektan, semacam dettol untuk membersihkan luka jahitan jika dijahit. 
  5. Birth day. Hari kelahiran bayi memang membahagiakan, tapi jangan lupa ada biaya yang harus dibayar, hehe .. karena biaya melahirkan di setiap tempat berbeda-beda, sebaiknya kita telah menentukan pilihan dimana rencananya kita akan bersalin dan dengan cara bersalin seperti apa, meskipun begitu kita harus mempunyai beberapa opsi agar jika terjadi sesuatu yang tidak kita inginkan kita telah ‘sedikit’ siap dalam masalah biaya. Misal opsi tempat melahirkan adalah, bidan, rumah bersalin atau rumah sakit, dan opsi cara melahirkan adalah normal, induksi, vacum, cesar atau lainnya. Pergi ke beberapa tempat untuk survey biaya lebih baik, karena seperti yang saya alami, tepat 3 hari sebelum dedek lahir, bidan depan rumah pindah kerja sehingga harus pergi ke tempat yang agak lebih jauh, tapi alhamdulillah kami telah mempersiapkan opsi itu. 
  6. Aqiqah. Aqiqah adalah sunnah muakkadah bagi setiap orang tua yang mampu sebagai tanda syukur atas kelahiran anaknya. Bagi anak perempuan 1 dan laki-laki 2. Pada usia 7 bulan, ketika periksa ke dokter kandungan untuk usg biasanya bisa terlihat apa jenis kelamin dari janin lebih jelas, sehingga itu bisa menjadi patokan kita untuk menyiapkan aqiqah. Selain untuk membeli hewan aqiqah, kita pun harus menyiapkan bugdet untuk acara syukurannya, karena jika daging hewan aqiqah dibagikan secara langsung dikhawatirkan akan mubadzir karena hanya sedikit setiap orangnya, meskipun dibagikan secara langsung pun tidak masalah.

Sekian beberapa pos pengeluaran sampe baby tertunaikan aqiqahnya .. Semoga membantu.. :)

He is mine but not mine

Alhamdulillah .. Kebahagiaan menjadi orangtua telah kami rasakan .. setelah sebelumnya harap-harap cemas karena sudah 40 minggu dan HPL sudah jauh tertinggal, tapi Allah memberikan banyak kemudahan disetiap proses lahiran putra pertama kami.. 

Untuknya .. kami berjanji untuk menjaga, merawat, menjaga dan mendidiknya semaksimal yang kami mampu .. karena dia milik kami, orangtuanya ..

Dalam merawat, menjaga dan mendidiknya .. kami berpegang pada-Nya, Rabb-Nya, Sang Pemilik sesungguhnya.. Yup, He’s not mine .. . 

Laa haula walaa quwwata illa billah .. Bismillah akan kami jaga amanah dari-Mu ini ..